Jumat, 15 Desember 2017

Bermain “Fortune Teller” untuk Mengungkapan Pengharapan


            Salah satu materi yang diajarkan di kelas VIII semester 2 adalah ungkapan tentang pengharapan. Dalam materi ini, siswa akan belajar mengungkapkan harapan dengan menggunakan kalimat “I hope....” dan dikuti dengan anak kalimat berpola simple future tense. Mengajar materi ini gampang-gampang susah. Sebenarnya materi nampak sederhana. Namun, jika tidak hati-hati, kita bisa terjebak hanya memberikan “grammar rules” pada anak-anak dan lupa pada tujuan komunikatifnya.  Saya punya teknik menarik untuk mengajarkan simple future tense sekaligus ungkapan pengharapan. Sangat sederhana dan mudah diterapkan, bahkan pada anak-anak dengan kemampuan bahasa Inggris pas-pasan. Teknik ini saya dapat ketika saya mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh Exxon Mobile dan LEAPS. Sebut saja teknik ini sebagai Fortune Teller game. Alokasi waktu yang saya gunakan untuk melakukan kegiatan ini antara 2 – 4 jam pelajaran, bergantung kemampuan/ kecepatan siswa dalam menyerap materi.
            Para pembaca pernah mendengar tentang fortune teller atau peramal nasib, kan? Hal yang ingin diketahui oleh seseorang tentang nasibnya mungkin berhubungan dengan rejeki, jodoh, dan kesehatan. Nah, langkah pertama dalam game ini adalah saya meminta para siswa menyebutkan kosakata yang berhubungan dengan hal tersebut di atas. Kami mendiskusikan secara klasikal kata-kata yang mungkin muncul di setiap kategori. Saya memberi kesempatan bagi para siswa untuk membuka kamus agar bisa menyebutkan kata-kata yang tepat, kemudian saya tuliskan kata-kata tersebut di papan tulis.  Berikut adalah contoh kosakata yang mungkin muncul dalam diskusi klasikal tersebut.








                       

L O V E
Ø  Fall in love
Ø  Get divorced
Ø  Get married
Ø  Broken heart
Ø  Find a girl/ boy friend
Ø  Happy marriage
Ø  Do LDR


       H E A L T H

Ø  Stay healthy
Ø  Have cancer
Ø  Long life
Ø  Get heart attack
Ø  Be hospitalized



           

W E A L T H
Ø  Rich
Ø  Poor
Ø  Have lots of money
Ø  Bankrupt
Ø  Win a lottery
Ø  Find great treasure
Ø  Receive an inheritance


 L I F E
Ø  Happy life
Ø  Miserable life
Ø  Success
Ø  Find difficulties
Ø  Easy life
Ø  Have many children
Ø  Have no children
Ø  Lonely
Ø  cheerful



            Setelah kosakata yang muncul dirasa cukup dan siswa memahami artinya, saya mengenalkan pola kalimat simple future tense. Pengenalan pola kalimat ini saya lakukan seperlunya saja, tidak terlalu detail dan teoritis.

SUBJECT + will + Verb1

Agar siswa benar-benar memahami tentang pola kalimat tersebut, saya juga memberikan contoh kalimat, misalnya:
You will fall in love at the age of seventeen.

Selanjutnya, saya meminta siswa mengungkapkan kalimat secara lisan dengan menggunakan pola kalimat “You will....”. Mereka boleh menggunakan kosakata yang sudah terdaftar di papan tulis ataupun menggunakan kosakata lain yang mereka ketahui. Kesalahan grammar maupun pelafalan mungkin saja terjadi di sesi ini. Di sinilah saya memegang peran sebagai fasilitator. Saya bimbing mereka hingga berhasil mengucapkan kalimat dengan grammar dan lafal yang tepat.
            Setelah para siswa cukup lancar mengungkapkan kalimat dengan pola simple future tense, saya meminta mereka untuk berlatih berpasangan dengan teman sebangku. Saya jelaskan pada mereka bahwa kita akan bermain Fortune Teller. Untuk itu, saya meminta di setiap pasangan, satu orang berpura-pura menjadi peramal dan yang lainnya menjadi obyek ramalan. Hal ini dilakukan secara bergantian. Agar permainan ini terkesan lebih hidup, saya berikan bekal konsep garis tangan pada mereka.
Selain itu, saya memberi contoh kalimat prolog pada mereka:
Let me read your palm. In the future you will/ you will be....
Atau
In the future, you won’t/ you won’t be....
Perlahan tapi pasti, anak-anak mulai belajar mengungkapkan kalimat dengan pola simple future tense. Mudah, bukan?
            Setelah usai dengan permainan Fortune Teller, saatnya saya memberi konsep tentang ungkapan pengharapan. Saya jelaskan pada siswa, untuk mengungkapkan pengharapan mereka bisa menggunakan kalimat “I hope....” Secara acak, saya menunjuk siswa untuk mengungkapkan harapan secara lisan. Berikut adalah pola dan contoh kalimat ungkapan pengharapan.

I hope + simple future tense

I hope I will have a good health.

I hope you won’t be broken heart.



Kegiatan pada sesi terakhir adalah membuat “product”. Di sesi ini saya meminta siswa mengerjakan tugas individu. Saya meminta mereka menyusun kalimat-kalimat pengharapan. Lima kalimat pengharapan untuk diri sendiri dan 5 kalimat pengharapan untuk teman baiknya. Kegiatan ini sekaligus sebagai kegiatan penutup dari seluruh rangkaian aktivitas yang kami lakukan di kelas. Ada tiga target yang berhasil dilaksanakan dalam kegiatan ini. Siswa memahami pola kalimat, siswa mampu mengungkapkan secara lisan dan tertulis. Sederhana tapi mengena, itu prinsipnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sitasi Seratus Persen

Pembaca yang budiman, bagi anda yang sering menulis karya tulis ilmiah (KTI) pasti tidak asing dengan istilah sitasi. Pernahkah anda mengala...