Salah satu materi yang diajarkan di
kelas VIII semester 2 adalah ungkapan tentang pengharapan. Dalam materi ini,
siswa akan belajar mengungkapkan harapan dengan menggunakan kalimat “I hope....” dan dikuti dengan anak
kalimat berpola simple future tense. Mengajar
materi ini gampang-gampang susah. Sebenarnya materi nampak sederhana. Namun,
jika tidak hati-hati, kita bisa terjebak hanya memberikan “grammar rules” pada anak-anak dan lupa pada tujuan
komunikatifnya. Saya punya teknik
menarik untuk mengajarkan simple future tense
sekaligus ungkapan pengharapan. Sangat sederhana dan mudah diterapkan, bahkan
pada anak-anak dengan kemampuan bahasa Inggris pas-pasan. Teknik ini saya dapat
ketika saya mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh Exxon Mobile dan LEAPS.
Sebut saja teknik ini sebagai Fortune
Teller game. Alokasi waktu yang saya gunakan untuk melakukan kegiatan ini
antara 2 – 4 jam pelajaran, bergantung kemampuan/ kecepatan siswa dalam
menyerap materi.
Para pembaca pernah mendengar
tentang fortune teller atau peramal
nasib, kan? Hal yang ingin diketahui oleh seseorang tentang nasibnya mungkin
berhubungan dengan rejeki, jodoh, dan kesehatan. Nah, langkah pertama dalam game ini adalah saya meminta para siswa
menyebutkan kosakata yang berhubungan dengan hal tersebut di atas. Kami
mendiskusikan secara klasikal kata-kata yang mungkin muncul di setiap kategori.
Saya memberi kesempatan bagi para siswa untuk membuka kamus agar bisa
menyebutkan kata-kata yang tepat, kemudian saya tuliskan kata-kata tersebut di
papan tulis. Berikut adalah contoh
kosakata yang mungkin muncul dalam diskusi klasikal tersebut.
L O V E
Ø
Fall in love
Ø
Get divorced
Ø
Get married
Ø
Broken heart
Ø
Find a girl/ boy friend
Ø
Happy marriage
Ø Do LDR
H E A L T H
Ø Stay
healthy
Ø Have cancer
Ø Long life
Ø Get heart
attack
Ø Be
hospitalized
W E A L T H
Ø Rich
Ø Poor
Ø Have lots
of money
Ø Bankrupt
Ø Win a
lottery
Ø Find great
treasure
Ø Receive an
inheritance
L I F E
Ø Happy life
Ø Miserable
life
Ø Success
Ø Find
difficulties
Ø Easy life
Ø Have many children
Ø Have no
children
Ø Lonely
Ø cheerful
Setelah kosakata yang muncul dirasa
cukup dan siswa memahami artinya, saya mengenalkan pola kalimat simple future tense. Pengenalan pola
kalimat ini saya lakukan seperlunya saja, tidak terlalu detail dan teoritis.
SUBJECT +
will + Verb1
Agar siswa
benar-benar memahami tentang pola kalimat tersebut, saya juga memberikan contoh
kalimat, misalnya:
You will
fall in love at the age of seventeen.
Selanjutnya, saya
meminta siswa mengungkapkan kalimat secara lisan dengan menggunakan pola kalimat
“You will....”. Mereka boleh
menggunakan kosakata yang sudah terdaftar di papan tulis ataupun menggunakan
kosakata lain yang mereka ketahui. Kesalahan grammar maupun pelafalan mungkin
saja terjadi di sesi ini. Di sinilah saya memegang peran sebagai fasilitator.
Saya bimbing mereka hingga berhasil mengucapkan kalimat dengan grammar dan lafal yang tepat.
Setelah para siswa cukup lancar
mengungkapkan kalimat dengan pola simple
future tense, saya meminta mereka untuk berlatih berpasangan dengan teman
sebangku. Saya jelaskan pada mereka bahwa kita akan bermain Fortune Teller. Untuk itu, saya meminta
di setiap pasangan, satu orang berpura-pura menjadi peramal dan yang lainnya
menjadi obyek ramalan. Hal ini dilakukan secara bergantian. Agar permainan ini
terkesan lebih hidup, saya berikan bekal konsep garis tangan pada mereka.
Selain itu, saya
memberi contoh kalimat prolog pada mereka:
Let me read your palm. In the future you will/ you will
be....
Atau
In the future, you won’t/ you won’t be....
Perlahan tapi
pasti, anak-anak mulai belajar mengungkapkan kalimat dengan pola simple future tense. Mudah, bukan?
Setelah usai dengan permainan Fortune Teller, saatnya saya memberi
konsep tentang ungkapan pengharapan. Saya jelaskan pada siswa, untuk
mengungkapkan pengharapan mereka bisa menggunakan kalimat “I hope....” Secara acak, saya menunjuk siswa untuk mengungkapkan
harapan secara lisan. Berikut adalah pola dan contoh kalimat ungkapan
pengharapan.
|
I hope + simple future tense
|
|
I hope
I will have a good health.
|
|
I hope
you won’t be broken heart.
|
Kegiatan pada sesi terakhir adalah membuat “product”. Di sesi ini saya meminta siswa mengerjakan tugas individu.
Saya meminta mereka menyusun kalimat-kalimat pengharapan. Lima kalimat
pengharapan untuk diri sendiri dan 5 kalimat pengharapan untuk teman baiknya.
Kegiatan ini sekaligus sebagai kegiatan penutup dari seluruh rangkaian
aktivitas yang kami lakukan di kelas. Ada tiga target yang berhasil
dilaksanakan dalam kegiatan ini. Siswa memahami pola kalimat, siswa mampu
mengungkapkan secara lisan dan tertulis. Sederhana tapi mengena, itu
prinsipnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar